/*Promo Ramadhan 2016 */ /* Promo Ramadhan 2016 */

AD (728x60)

Jumat, 05 Februari 2016

Asal Mula Mitos Peri Gigi

Share & Comment
Asal Mula Mitos Peri Gigi - Bagaimana kisah hilang gigi susu kamu sewaktu kamu kecil dulu? Apakah lepas di ruang praktek dokter gigi yang serba bersih, Apakah tanpa disengaja, hampir tertelan dan membuat kamu tersedak atau sebegitu menakutkannya hingga tiap kali harus dilakukan dengan berbagai upacara khusus? Misalnya dengan mengaitkan satu ujung benang pada gigi yang sudah goyah dan ujung lainnya pada gagang pintu kamar, sebelum tidur, sehingga gigi akan tertarik tiba-tiba pada pagi hari ketika ‘entah siapa’ membuka pintu itu.


Tak bisa disangkal, peri gigi menjadi tokoh utama yang sangat penting dalam berbagai cerita menyangkut kepergian gigi susu yang biasanya terjadi saat kamu berumur 6-7 tahun ini. Orangtua di seluruh dunia, dengan beberapa versi yang serupa dan hampir sama, menceritakan dongeng tentang perginya gigi susu oleh si peri gigi dan peri ini akan mengganti gigi susu yang tanggal dengan hadiah uang atau kado kecil lainnya. Anak-anak pun berhitung, dan biasanya memutuskan menghiraukan rasa takut, bersedia menanggalkan giginya agar bisa disimpan di bawah bantal dan ditukar dengan hadiah dari peri gigi.

Mitos tentang si peri gigi diawali sebuah dongeng Perancis berjudul La Bonne Petite Souris, tentang seorang peri yang menjadi tikus untuk membantu Sang Ratu Adil mengalahkan Sang Raja yang Zalim. Tikus kecil ini bersembunyi di bawah bantal, menunggu si raja tertidur pulas, lalu memukul raja tadi sampai semua gigi raja itu rontok.

Di Amerika, baru pada abad kesembilanbelas mitos tentang Peri Gigi yang Baik Hati beredar, dan populer sampai sekarang. Bahkan, Rosemary Wells, yang diakui dunia sebagai ’ahlinya peri gigi’, sampai membuat sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa jumlah uang penganti gigi susu terus bergerak mengikuti jaman. Kalau di tahun 60-an jumlahnya hanya 10 sen (sekitar 900 rupiah), sekarang sudah dipatok menjadi 2 dollar (sekitar 19 ribu rupiah)

Ada juga ritual seputar pelepasan gigi susu juga ditemukan di berbagai belahan dunia. Masyarakat Eropa pada abad pertengahan, biasa mengubur gigi susu anak mereka di dalam tanah agar tidak ditemukan penyihir jahat yang dapat mengutuk mereka. Sementara itu, Masyarakat Indonesia, Korea dan Vietnam, mengubur gigi susu atas yang tanggal di bawah lantai, dan gigi susu bawah di lempar ke atap rumah. Biasanya sambil melakukannya, si anak pun meneriakkan permohonannya, agar gusinya yang sekarang ompong segera ditumbuhi gigi tikus. Tradisi ini berakar dari kenyataan bahwa selama hidupnya gigi tikus yang tanggal selalu tumbuh kembali.

Begitu sekilas tentang mitos peri gigi yang beredar sampai saat ini. Kamu sendiri punya mitos tentang peri gigi? Sharing aja di sini, nanti kamu update deh.

(Dokter Gigi Cempaka Putih)
Tags: ,

Written by Drg Dian Yunita

Alumnus FKG Universitas Indonesia (UI) yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun di bidang kesehatan gigi. Saat ini berpraktek di Klinik Drg Dian Yunita dan Aestique Clinic, Jl. Cempaka Baru XII no.1 RT.005 RW.07 Kemayoran Jakarta Pusat. HP : 0811-357-9191 BB : 25C-2C-68C Email : drgdianyunita@gmail.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Artikel Kesehatan Gigi Terpopuler

DRGCempakaPutih @Twitter

DRGCempakaPutih @ FB

Kenapa Dokter Gigi Cempaka Putih?

Kenapa Klinik Gigi Cempaka Putih?

* Dokter Gigi Berpengalaman Lebih dari 10 Tahun
* Layanan Perawatan Gigi Lengkap
* Biaya Layanan Terjangkau

Ikuti Dokter Gigi Cempaka Putih

Copyright © DokterGigi Cempaka Putih | Designed by Templateism.com | Published by Free blogger Templates
/* Promo Ramadhan 2016 */
×
Promo Ramadhan 2016
/* Promo Ramadhan 2016 */