/*Promo Ramadhan 2016 */ /* Promo Ramadhan 2016 */

AD (728x60)

Rabu, 07 Oktober 2015

Secara Hukum, apa perbedaan Dokter Gigi dengan Tukang Gigi?

Share & Comment
Secara Hukum, apa perbedaan Dokter Gigi dengan Tukang Gigi? - Kita tentu pernah melihat reklame "Praktik Tukang Gigi" dan reklame "Praktik Dokter Gigi."  Apakah sih kewenangan Tukang/Ahli gigi dengan Dokter gigi? Pengertian dokter secara hukum adalah dokter, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sementara tukang gigi, mereka yang melakukan pekerjaan di bidang penyembuhan dan pemulihan kesehatan gigi dan tidak mempunyai pendidikan berdasarkan ilmu pengetahuan kedokteran gigi, biasanya kemampuan tukang gigi ini diperoleh berdasarkan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.



Kewenangan tukang / ahli gigi ini sebatas membuat sebagian/seluruh gigi tiruan lepasan dari akrilik; dan memasang gigi tiruan lepasan berdasarkan Permenkes 1871 tahun 2011 tentang Pekerjaan Tukang Gigi. Seorang tukang / ahli gigi dilarang melakukan: penambalan, pembuatan, dan pemasangan gigi tiruan cekat/mahkota/tumpatan tuang dan sejenisnya, obat-obatan pada gigi (sementara/tetap), pencabutan gigi, pemberian obat-obatan.


Sementara dokter gigi, memiliki kewenangan yang disebutkan dalam Pasal 35 Undang-Undang Praktik Kedokteran yaitu:

a. Mewawancarai pasien;
b. Memeriksa fisik dan mental pasien;
c. Menentukan pemeriksaan penunjang;
d. Menegakkan diagnosis;
e. Menentukan penatalaksanaan dan pengobatan pasien;
f. Melakukan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi;
g. Menulis resep obat dan alat kesehatan;
h. Menerbitkan surat keterangan dokter atau dokter gigi;
i. Menyimpan obat dalam jumlah dan jenis yang diizinkan; dan
j. Meracik dan menyerahkan obat kepada pasien, bagi yang praktik di daerah terpencil yang tidak ada apotek.

Praktik tukang / ahli gigi ini berkembang karena dahulu ada beberapa daerah yang belum terjangkau untuk pelayanan medis. Namun pada akhirnya justru merebak ke kota-kota besar yang banyak memiliki tenaga kesehatan gigi (dokter gigi). Tukang / ahli gigi ini juga berkembang seiring dengan kenaikan biaya harga pelayanan kesehatan gigi. Namun perlu diingat bahwa tidak semua tukang gigi ini memiliki izin sebagaimana diatur dalam Permenkes tentang pekerjaan dokter gigi, dan melakukan tindakan medik yang harusnya bukan kewenangannya dan sangat membahayakan kesehatan pasien.

Jadi, kalau kamu memiliki masalah pada gigi dan mulut kamu dan memerlukan tindakan-tindakan medis khusus, pergilah ke Dokter gigi Cempaka Putih.

(Dokter Gigi Cempaka Putih)
Tags:

Written by Drg Dian Yunita

Alumnus FKG Universitas Indonesia (UI) yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun di bidang kesehatan gigi. Saat ini berpraktek di Klinik Drg Dian Yunita dan Aestique Clinic, Jl. Cempaka Baru XII no.1 RT.005 RW.07 Kemayoran Jakarta Pusat. HP : 0811-357-9191 BB : 25C-2C-68C Email : drgdianyunita@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar

 

Artikel Kesehatan Gigi Terpopuler

DRGCempakaPutih @Twitter

DRGCempakaPutih @ FB

Kenapa Dokter Gigi Cempaka Putih?

Kenapa Klinik Gigi Cempaka Putih?

* Dokter Gigi Berpengalaman Lebih dari 10 Tahun
* Layanan Perawatan Gigi Lengkap
* Biaya Layanan Terjangkau

Ikuti Dokter Gigi Cempaka Putih

Copyright © DokterGigi Cempaka Putih | Designed by Templateism.com | Published by Free blogger Templates
/* Promo Ramadhan 2016 */
×
Promo Ramadhan 2016
/* Promo Ramadhan 2016 */